
Sumber : http://www.keuanganpribadi.com
TAHAP PERENCANAAN KEUANGAN (5)
Pada kesempatan ini saya ingin membahas lanjutan dari artikel-artikel saya sebelumnya, yaitu 5 Tahap Perencanaan Keuangan, yang meliputi:
1. Menentukan Tujuan Keuangan.
2. Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.
3. Membuat Rencana Keuangan.
4. Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan.
5. Monitor dan Evaluasi Berkala.
Kali ini kita membahas lebih dalam mengenai tahap terakhir, yaitu melakukan monitor dan evaluasi secara berkala.
A. Memonitor Portfolio Investasi.
Setelah kita melakukan investasi, yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah membuat catatan mengenai investasi kita dan melakukan monitor terhadap perubahan nilai investasi kita. Misalkan saja Pak Budi memiliki 3 jenis investasi, yaitu Deposito, Reksa Dana Saham dan Emas, yang dibeli dengan harga Rp. 20.000.000, Rp. 30.000.000, dan Rp. 25.000.000. Dari masing-masing investasi Pak Budi mengharapkan return sebesar 5%, 20,% dan 15%. Berikut adalah kondisi awal investasi:
Jenis Investasi Nilai Awal Harapan
Return
Deposito Rp. 20.000.000,- 5%
Reksa Dana Saham Rp. 30.000.000,- 20%
Emas Rp. 25.000.000,- 15%
Setelah 1 tahun, Pak Budi melihat kembali portfolionya dan menghitung ulang nilai terkininya. Nilai akhir dari investasinya adalah Rp. 21.000.000, Rp. 39.000.000, dan Rp. 27.500.000.
Jenis Investasi Nilai Awal Harapan
Return Nilai Akhir Hasil
Deposito Rp. 20.000.000,- 5% Rp. 21.000.000,- 5%
Reksa Dana Saham Rp. 30.000.000,- 20% Rp. 39.000.000,- 30%
Emas Rp. 25.000.000,- 15% Rp. 27.500.000,- 10%
Dari nilai akhir investasi, bisa dihitung berapa persen yang benar-benar Pak Budi dapat dari masing-masing jenis investasinya. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa Pak Budi sebenarnya mendapatkan 5% dari deposito, 30% dari reksa dana saham dan 10% dari emas.
Apakah pelajaran dari melakukan monitor terhadap investasi ini? Pelajarannya adalah dalam dunia investasi, hasil yang kita dapat belum tentu sama dengan hasil yang kita harapkan sejak awal investasi. Tidak ada yang pasti dalam dunia investasi. Dari tabel kedua, kita bisa melihat bahwa Pak Budi mendapatkan hasil yang sama dengan yang diharapkan dalam depositonya, mendapatkan hasil yang melebihi harapan untuk reksa dana saham dan mendapatkan hasil yang lebih kecil dari yang diharapkan dari emas.
Untuk investasi yang hasilnya sama atau melebihi yang kita harapkan, tentunya menyebabkan kita menjadi lebih percaya terhadap investasi tersebut dan mempertimbangkan untuk berinvestasi lebih banyak. Di sisi lain, untuk investasi yang hasilnya lebih kecil daripada yang kita harapkan, kita perlu meninjau kembali investasi tersebut:
1. Bandingkan dengan investasi sejenis yang dikelola oleh manejer lain.
Misalkan saja Anda membeli reksa dana saham dengan harapan hasil sebesar 25%, namun ternyata hasil yang Anda dapat pada tahun tersebut hanyalah bekisar 20%, yang pertama Anda lakukan adalah bandingkan hasil yang Anda terima ini dengan reksa dana saham dari manejer investasi lain. Contohnya, misalkan Anda membeli reksa dana saham Schrodder, dan merasa hasilnya kurang memuaskan untuk Anda. Maka Anda dapat membandingkannya dengan reksa dana saham manejer investasi lain, misalnya saja reksa dana saham Manulife, Danareksa, Trimegah, dan lain-lain. Apabila ternyata reksa dana saham dari manejer lain memberikan hasil lebih bagus, maka Anda dapat mempertimbangkan untuk memindahkan investasi Anda ke manejer tersebut. Namun, disisi lain, jika ternyata pilihan reksa dana saham Anda ternyata memberikan hasil paling besar, maka lanjutkan ke langkah kedua.
2. Pelajari mengapa investasi Anda tidak memberikan hasil sesuai harapan Anda.
Apakah hal yang membuat reksa dana saham Anda tidak memberikan hasil sesuai dengan yang Anda harapkan? Cobalah mencari informasi-informasi yang dapat menjelaskan hal ini. Mungkin saja investasi reksa dana saham Anda mengalami penurunan yang disebabkan karena memburuknya situasi ekonomi yang disebabkan karena melemahnya mata uang rupiah, suku bunga bank naik, harga minyak naik, atau mungkin saja karena adanya krisis seperti mortgage yang barusan terjadi? Kemudian Anda dapat melakukan perkiraan apakah kejadian-kejadian seperti ini dapat terjadi kembali di tahun mendatang? Apabila Anda memperkirakan bahwa situasi tahun mendatang kurang begitu baik untuk investasi ini, maka Anda dapat menarik uang Anda dan memindahkannya ke investasi jenis lain.
Dalam proses monitor ini juga Anda dapat mengatur ulang diversifikasi untuk portfolio Anda. Misalkan saja pada kasus Pak Budi, portfolio Pak Budi adalah 26,67% investasi bertipe aman (deposito), 40% investasi agresif (reksa dana saham), dan 33,33% investasi moderat (emas). Setelah waktu berjalan setahun, kita dapat melihat bahwa portfolio Pak Budi sudah berubah menjadi 24% investasi aman (deposito), 44,57% investasi agresif (reksadana saham), dan 31,43% investasi moderat(emas). Untuk mengembalikan portfolio Pak Budi ke posisi semula, Pak Budi harus menjual Rp. 4.000.000 dari reksa dana sahamnya untuk dipindahkan ke deposito dan emas.
B. Evaluasi ulang kebutuhan keuangan Anda
Selain portfolio investasi kita, ternyata kebutuhan kita juga berubah seiring dengan berjalannya waktu. Dan kita juga perlu mencocokan kembali rencana keuangan kita, dengan kebutuhan sekarang.
Misalkan saja, dulunya Anda berpikir bahwa asuransi dengan pertanggungan sebesar Rp. 500.000.000,- sudah cukup untuk mengamankan finansial keluarga Anda. Namun, ternyata tahun ini Anda beruntung, bisa menikmati kenaikan pangkat dalam karir. Pendapatan Anda meningkat 2 kali lipat. Begitu juga belanja Anda dan keluarga. Dengan taraf hidup baru, pertanggungan asuransi yang dulunya sebesar Rp. 500.000.000,- sudah tidak cukup lagi untuk keluarga Anda. Anda perlu membeli asuransi tambahan.
Demikian juga yang terjadi dengan rencana-rencana keuangan Anda yang lain. Mungkin saja anak Anda sekarang sudah memiliki minat khusus terhadap salah satu bidang, dan sudah menetapkan universitas mana yang ingin dia tuju. Apabila universitas yang dipilih anak ternyata berbeda dengan yang Anda pilih ketika membuat rencana pendidikan anak, tentunya Anda juga perlu menghitung ulang berapa biaya yang diperlukan untuk pendidikan anak Anda.
Untuk rencana pensiun, mungkin saja ada gaya hidup baru yang tetap ingin Anda pertahankan hingga masa tua nanti. Berapakah dana yang diperlukan? Masukan juga ke dalam rencana pensiun.
Jadi secara berkala, kita harus melakukan monitor dan evaluasi kembali terhadap rencana-rencana keuangan kita. Monitor berguna untuk memastikan bahwa investasi berjalan sesuai dengan rencana kita, dan apabila ternyata tidak, kita dapat mengambil tindakan secepatnya agar tujuan keuangan tetap dapat tercapai. Sementara evaluasi perlu dilakukan karena kebutuhan kita bisa saja berubah seiring dengan jalannya waktu.
Sumber : http://www.keuanganpribadi.com
5 TAHAPAN PERENCANAAN KEUANGAN (#5)
5 TAHAPAN PERENCANAAN KEUANGAN (#4)
Sumber : http://www.keuanganpribadi.com
TAHAP PERENCANAAN KEUANGAN (4)
Kembali ke topik yang telah dibahas dalam artikel-artikel sebelumnya, yaitu 5 Tahap Perencanaan Keuangan yang meliputi:
1. Menentukan Tujuan Keuangan.
2. Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.
3. Membuat Rencana Keuangan.
4. Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan.
5. Monitor dan Evaluasi Berkala.
Dalam artikel kali ini, saya akan membahas lebih detail mengenai langkah keempat, yaitu melakukan implementasi dari rencana keuangan. Namun, karena langkah ini sangat berhubungan erat dengan langkah-langkah sebelumnya, mari kita tinjau kembali langkah pertama hingga ketiga. Agar lebih jelas, saya akan memberikan satu buah contoh praktek perencanaan keuangan.
Kita misalkan saja Pak Budi, seorang ayah yang sudah memiliki 2 orang anak yang bernama Tono (umur 10 tahun) dan Tini (umur 7 tahun), hendak melakukan perencanaan keuangan. Beliau sudah menjalankan langkah pertama hingga ketiga, dan sekarang hendak melakukan implementasi terhadap rencana keuangannya.
Pada langkah pertama, Pak Budi sudah menuliskan daftar dari tujuan-tujuan keuangan yang hendak dicapainya. Dan memberikan nomor urut berdasarkan prioritas tujuan-tujuan keuangan tersebut. Menurut Pak Budi, pendidikan anaknya adalah prioritas pertama, sebab pendidikan menentukan kualitas untuk generasi keluarga berikutnya. Berikut ini adalah tujuan-tujuan keuangan yang hendak dicapai oleh Pak Budi:
1. Dana pendidikan Tono.
2. Dana pendidikan Tini.
3. Asuransi untuk Budi.
4. Dana liburan akhir tahun.
5. Dana untuk pensiun.
6. Asuransi untuk istri.
Pada langkah kedua, Pak Budi menghitung ulang total hartanya, total hutang, serta menghitung nilai kekayaan bersih keluarganya. Dalam langkah ini juga Pak Budi menghitung total pendapatan keluarganya, yang bernilai 7 juta rupiah per bulan, bersumber dari gaji Pak Budi sebesar 4 juta ditambahkan dengan gaji istrinya sebesar 3 juta rupiah. Dari langkah ini Pak Budi menyadari bahwa setiap bulan pendapatan keluarganya dihabiskan hanya untuk keperluan sehari-hari. Tidak ada investasi untuk masa depan. Tidak ada rencana keuangan. Oleh karena itu, perlu dibuat rencana-rencana keuangan untuk masing-masing tujuan yang telah dirumuskan pada langkah pertama.
Maju ke langkah ketiga, Pak Budi mulai membuat anggaran bulanan untuk pendapatan serta pengeluarannya. Dengan total pendapatan 7 juta per bulan, Pak Budi menyadari bahwa dia harus bisa menyisihkan minimal 700 ribu setiap bulannya untuk ditabung. Dengan demikian maka dia bisa mencapai tujuan-tujuan keuangan yang telah dirumuskan pada langkah pertama.
Untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah dirumuskan tersebut, perlu dilakukan perhitungan-perhitungan finansial untuk masing-masing tujuan. Misalkan saja untuk dana pendidikan Tono, Pak Budi memerlukan uang sebesar 20 juta untuk membayar biaya masuk kuliah Tono (untuk mempermudah perhitungan, kita anggap tidak terjadi inflasi). Berhubung sekarang usia Tono adalah 10 tahun, maka Pak Budi memiliki waktu 8 tahun untuk mengumpulkan uang. Dengan mempergunakan Excel yang dapat Anda download di:
http://www.keuanganpribadi.com/dl/pendidikan.xls
Anda dapat melihat bahwa untuk mengumpulkan 20 juta dalam waktu 8 tahun, Pak Budi harus menyisihkan sebesar:
- Rp. 169.865,- apabila berinvestasi dengan return 5%.
- Rp. 149.400,- apabila berinvestasi dengan return 8%.
- Rp. 136.817,- apabila berinvestasi dengan return 10%.
- Rp. 108.908,- apabila berinvestasi dengan return 15%.
- Rp. 85.731,- apabila berinvestasi dengan return 20%.
Sekarang, memasuki tahap keempat, Pak Budi harus memutuskan bagimanakah cara melakukan implementasi terhadap rencana keuangannya.
Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan
Dari anggaran yang telah dibuat oleh Pak Budi, beliau mengetahui bahwa setiap bulannya tersedia dana sebesar 700 ribu yang dapat digunakan untuk rencana keuangan. Sementara Pak Budi memiliki 6 buah tujuan keuangan yang hendak dicapai. Nah, sekarang pertanyaannya bagaimanakah Pak Budi dapat mengimplementasikan rencana keuangannya agar sebanyak mungkin tujuan keuangan yang diinginkannya dapat tercapai, dengan dana sebesar 700 ribu per bulan.
Pertama, kita tinjau terlebih dahulu tujuan keuangan yang paling penting, yaitu dana pendidikan Tono. Dari hasil perhitungan sebelumnya, kita dapat melihat bahwa untuk mencapai tujuan ini setiap bulannya Pak Budi harus menyisihkan uang sebesar:
- Rp. 169.865,- apabila berinvestasi dengan return 5%.
- Rp. 149.400,- apabila berinvestasi dengan return 8%.
- Rp. 136.817,- apabila berinvestasi dengan return 10%.
- Rp. 108.908,- apabila berinvestasi dengan return 15%.
- Rp. 85.731,- apabila berinvestasi dengan return 20%.
Apabila Pak Budi menginvestasikan dana pendidikan Tono dalam bentuk deposito, yang sekarang suku bunganya sekitar 7% dan setelah dipotong pajak (untuk mempermudah perhitungan) kita anggap saja menjadi 5%. Artinya Pak Budi harus membeli deposito sebesar Rp. 169.865,- per bulannya. Dengan demikian, maka tersisa dana sebesar Rp. 530.135,- untuk mencapai 5 tujuan lainnya. Namun disisi lain, apabila Pak Budi mengambil produk investasi agresif dengan hasil rata-rata 20% per tahun, Pak Budi cukup berinvestasi sebesar Rp. 85.731,- untuk mencapai tujuan pertama. Dan masih ada sisa Rp. 614.269,- untuk mencapai 5 tujuan yang tersisa.
Setelah menentukan rencana keuangan untuk dana pendidikan Tono, Pak Budi dapat mengulangi proses perhitungan rencana keuangan untuk tujuan berikutnya, yaitu dana pendidikan Tini. Tentunya uang yang bisa diinvestasikan untuk dana pendidikan Tini adalah sisa tabungan setelah digunakan untuk dana pendidikan Tono. Dan proses ini akan diulangi untuk tujuan-tujuan keuangan berikutnya hingga seluruh tabungan sudah terpakai untuk tujuan, atau seluruh tujuan yang diinginkan sudah berhasil dicapai. Disinilah kegunaan dari pengurutan tujuan-tujuan keuangan berdasarkan prioritasnya, jadi apabila kita memiliki dana yang terbatas, tujuan-tujuan yang penting dapat dipenuhi terlebih dahulu.
Kesimpulannya? Semakin tinggi tingkat suku bunga atau return dari investasi, maka semakin sedikit dana yang dibutuhkan. Dan tersedia lebih banyak dana untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan lainnya. Namun disisi lain, Anda juga perlu menyadari bahwa semakin tinggi suku bunga atau return dari investasi, biasanya diikuti dengan resiko yang lebih tinggi juga. Anda perlu menyadari bahwa tidak semua produk investasi sesuai untuk Anda.
PRODUK INVESTASI MANAKAH YANG SESUAI UNTUK SAYA?
Setiap orang dilahirkan dengan karakteristik tersendiri. Semuanya memiliki sifat dan tingkah laku yang unik. Hal ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari orang tersebut, termasuk dalam dunia investasinya.
Yang berpengaruh terhadap investasi adalah bagaimana respon seseorang terhadap resiko, sebab setiap investasi mengandung resiko. Bayangkan saja apabila Anda berinvestasi di dunia saham, kemudian dunia finansial mengalami goncangan sehingga investasi Anda merugi 15%. Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda langsung ketakutan dan menarik seluruh uang Anda? Atau Anda bisa sabar menunggu hingga dunia finansial pulih dan kembali menguntungkan? Bagaimana efek dari kejadian ini terhadap kesehatan Anda? Apakah Anda mengalami susah tidur? Atau mungkin saja menjadi stres? Gampang marah? Atau biasa-biasa saja?
Kepribadian Anda terhadap resiko ini mempengarui pemilihan produk investasi. Bagi yang merasa tidak cocok dengan resiko, lebih baik memilih investasi dengan resiko menengah kebawah. Namun bagi yang berani menanggung resiko, boleh memilih investasi yang agresif dengan resiko yang tinggi pula.
Bagaimana mengetahui profil resiko saya? Ada sebuah tes yang biasanya diberikan oleh perencana keuangan kepada pelanggannya untuk mengetahui bagaimana respon pelanggan tersebut terhadap resiko. Dari hasil tes ini, perencana keuangan dapat menentukan produk keuangan mana yang paling cocok untuk pelanggannya. Apabila Anda tertarik untuk mengikuti tes ini, silahkan buka link dibawah ini:
http://www.pembelajar.com/wmview.php?ArtID=153
JENIS-JENIS PRODUK INVESTASI
Mungkin saja sekarang Anda bertanya-tanya, “Pak, mana ada sih investasi yang tingkat suku bunganya lebih besar dari 10%? Suku bunga deposito saja akhir-akhir ini turun terus.”
Jawabannya adalah ada. Ada banyak produk investasi di sekitar Anda. Mungkin saja Anda hanya tidak mengenal produk-produk ini. Karena tidak mengenal, maka Anda tidak mengambil keuntungan dari keberadaan produk-produk investasi.
1. DEPOSITO
Deposito adalah produk investasi yang paling dikenal oleh masyarakat kita. Walaupun kebanyakan dari kita menganggap bahwa deposito adalah produk yang paling “aman”, namun kenyataannya jumlah uang kita yang dilindungi dalam produk deposito hanyalah 100 juta saja. Diantara semua produk investasi, biasanya deposito menjanjikan hasil yang paling rendah. Mengapa? Karena “aman”. Biasanya kata aman diikuti dengan hasil yang rendah juga.
2. OBLIGASI
Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh salah satu badan, bisa perusahaan swasta ataupun pemerintah. Dengan membeli obligasi berarti badan tersebut berhutang kepada Anda untuk jangka waktu tertentu dan tingkat suku bunga tertentu. Karena jangka waktu dan tingkat suku bunga sudah ditetapkan dari awal perjanjian hutang, maka biasanya investasi obligasi disebut juga dengan istilah investasi “pendapatan tetap”. Mengapa? Karena biasanya jumlah uang yang dihasilkan oleh investasi ini nilainya tetap.
Obligasi memiliki beberapa resiko. Resiko terbesarnya adalah badan yang meminjam uang Anda tidak mampu mengembalikan uang Anda pada saat jatuh tempo. Untuk menilai kemampuan suatu badan dalam membayar hutang obligasinya, ada suatu badan yang memberikan rating terhadap surat-surat hutang yang beredar. Rating yang baik “AAA”, biasanya diikuti dengan suku bunga yang lebih kecil. Sementara rating yang jelek, diatas “CCC”, biasanya diikuti dengan suku bunga yang besar, namun memiliki resiko yang lebih besar terhadap gagalnya pembayaran pokok hutang pada saat jatuh tempo.
3. SAHAM
Saham adalah kepemilikan seseorang terhadap suatu badan usaha. Biasanya perusahaan-perusahaan yang sudah matang dan besar, membuka kesempatan ke masyarakat luas untuk turut serta memiliki sahamnya (dengan cara Go Publik). Saham mereka diperdagangkan pada bursa efek. Saat ini di Indonesia ada 2 yaitu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
Dengan memiliki saham, Anda dapat mengambil keuntungan melalui 2 cara, yaitu:
1. Capital gain, yaitu mendapatkan keuntungan melalui kenaikan harga saham yang Anda pegang. Misalnya Anda membeli saham pada harga Rp. 150.,- dan menjualnya pada harga Rp. 175,-, maka Anda mendapatkan capital gain sebesar Rp. 25,- per lembar saham.
2. Deviden. Biasanya setiap tahun perusahaan membagikan hasil keuntungannya kepada pemilik-pemilik sahamnya. Jadi misalkan perusahaan yang Anda pegang sahamnya membagikan deviden, maka sejumlah dari deviden ini akan masuk ke rekening Anda sesuai dengan jumlah saham yang Anda pegang.
Investasi di bidang saham memberikan return yang sangat tinggi. Namun, disisi lain resikonya juga tinggi, terutama bagi yang tidak memiliki pengetahuan serta informasi terkini mengenai dunia saham.
4. REKSA DANA
Pingin berinvestasi di bidang obligasi atau saham, namun:
• tidak punya pengetahuan yang cukup di bidang obligasi/saham
• tidak punya waktu
• tidak tahu caranya
• tidak punya modal besar
Solusinya adalah reksa dana. Reksa dana adalah kumpulan dana dari masyarakat yang diolah oleh manajer investasi (MI) untuk diinvestasikan di bidang tertentu. Bidang investasinya sudah disebutkan terlebih dahulu dalam prokpektus yang diterbitkan oleh MI. Karena dananya merupakan kumpulan dari dana banyak orang, maka Anda tidak perlu modal yang besar untuk berinvestasi disini.
Dengan membeli reksa dana, artinya Anda membayar orang yang ahli (manejer investasi/MI) untuk memainkan uang Anda di bidang yang Anda mau. Anda cukup memantau hasilnya melalui NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang diumumkan oleh MI setiap sore. Biasanya ongkos yang diminta oleh manajer investasi berkisar 2% dari jumlah uang yang Anda tanamkan.
Resiko dari reksa dana bergantung dari bidang apa investasi Anda. Untuk investasi di bidang saham, tingkat resikonya tinggi. Namun hasilnya juga tinggi. Sementara untuk tingkat resiko menengahnya adalah investasi pendapatan tetap (obligasi). Apabila Anda ingin yang aman, Anda dapat mengikuti reksadana pasar uang. Dan satu hal lagi yang menjadi kelebihan dari reksa dana, yaitu produk investasi ini bukan objek pajak. Jadi Anda tidak terkena pajak untuk keuntungan yang Anda dapatkan dari reksa dana.
5. ASURANSI
Berbeda dari produk-produk investasi lainnya, asuransi tidak memiliki tingkat suku bunga. Asuransi hanya akan memberikan sejumlah uang kepada Anda apabila terjadi musibah dalam masa kontrak Anda dengan pihak asuransi. Jenis musibah yang dilindungi oleh asuransi juga terbatas, sesuai dengan kontrak Anda.
Apa manfaat dari asuransi? Bagi Anda yang telah berkeluarga, tentunya ada ketakutan yang melanda Anda apabila Anda terkena PHK. “Kalau saya tidak punya pekerjaan, anak saya nanti mau dikasih makan apa?” Ini baru kasus PHK loh. Setelah PHK Ayah atau Ibu masih bisa mencari pekerjaan lain untuk menghidupi anaknya. Kasus yang lebih parah adalah Ayah, yang bekerja untuk menghidupi keluarga, mengalami musibah hingga meninggal dunia. Disini keluarga yang ditinggalkan benar-benar tidak memiliki penghasilan lagi sehingga tidak bisa membayar biaya hidup. Nah, untuk melindungi keluarga dari resiko-resiko finansial seperti ini, maka diperlukan produk asuransi. Pada saat Ayah meningggal, pihak asuransi akan membayarkan sejumlah uang kepada keluarga yang ditinggalkan, uang inilah yang digunakan untuk membiayai biaya sehari-hari hingga keluarga bisa mandiri.
6. UNIT-LINKED
Unit-Linked adalah produk gabungan antara reksa dana dan asuransi. Sangat berguna bagi orang-orang yang tidak punya waktu ataupun tidak mau pusing mempelajari produk-produk investasi. Di produk ini Anda cukup mempercayakan kebutuhan investasi dan asuransi Anda pada pihak penjual produk (biasanya penjualnya adalah perusahaan asuransi). Pihak penjual biasanya memberikan ilustrasi kepada Anda mengenai jumlah uang yang harus Anda bayar secara bulanan dan jumlah uang hasil investasi Anda pada tahun-tahun berikutnya.
Kelemahan produk unit-linked ini adalah Anda harus membayar lebih mahal untuk biaya investasi Anda, sehingga hasilnya tidak setinggi Anda berinvestasi langsung ke reksa dana.
7. EMAS
Emas adalah produk investasi tradisional. Biasanya harga emas selalu naik, dan cenderung naik di atas inflasi, sehingga merupakan alat investasi yang aman. Pada saat terjadi krisis moneter, biasanya tingkat inflasi naik tinggi. Namun harga emas naik lebih tinggi lagi dari inflasi. Jadi Anda tidak akan rugi dalam berinvestasi di emas. Biasanya investasi emas dapat dilakukan dalam bentuk perhiasan emas, ataupun emas batangan.
Kelemahan dari investasi emas adalah, Anda harus menjaga secara fisik agar emas Anda selalu aman. Biasanya hal ini bisa dibantu dengan cara menyewa lemari penyimpanan barang berharga di bank.
Bagi yang ingin membeli emas batangan, usahakan membeli emas yang bersertifikat Aneka Tambang (ANTAM).
8. PROPERTI
Properti juga bisa dijadikan sebagai investasi. Perlu Anda ingat bahwa walaupun jumlah penduduk dunia ini meningkat sebanyak apapun, jumlah tanah selalu tetap. Oleh karena itu nilai tanah dan properti selalu naik.
Berapa tingkat kenaikan harga properti setiap tahunnya itu bergantung dari lokasi properti Anda. Properti yang lokasinya strategis, pada daerah yang sedang berkembang pesat, biasanya harganya akan meningkat tajam.
Untuk menambah keuntungan Anda di bidang properti, Anda dapat menyewakan properti Anda kepada orang lain. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan pendapatan sewa. Lumayan kan, sambil menunggu harga properti naik, dapat penghasilan sampingan.
Kelemahan dari properti adalah likuiditasnya yang sangat rendah. Untuk keseluruhan proses menjual sebuah rumah, diperlukan waktu kurang lebih 3 bulan. Jumlah pembelinya juga tidak banyak. Jadi apabila Anda menginvestasikan terlalu banyak uang Anda di bidang properti, Anda beresiko kekurangan uang kas pada masa-masa darurat.
Untuk mengenal lebih banyak mengenai produk-produk investasi ini, Anda perlu membaca buku-buku perencana keuangan, salah satunya adalah ebook saya “Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya” yang dijual secara online di:
http://www.keuanganpribadi.com
Mengatasi Masalah Modal Usaha

KITA sudah bertekad akan memulai suatu usaha. Ide bisnis telah ada, perencanaan sudah dibuat, dan studi kelayakan sudah dilakukan. Namun sayang ketika menghitung antara keseluruhan modal (investasi dan modal kerja) dengan seluruh uang tunai yang dimiliki, ternyata masih kurang.
Salah satu kendala klasik yang sering dihadapi orang ketika memulai usaha atau mengembangkan usaha adalah kurangnya modal atau dana usaha yang dimiliki. Apa yang harus dilakukan? Bagaimana memperolehnya? Tidak ada salahnya untuk melakukan langkah-langkah di bawah ini.
1. Cobalah untuk mengamati kembali kebutuhan dana investasi yang akan dilakukan. Periksa item demi item biaya investasi yang diperlukan. Haruskah kita mengeluarkan uang untuk seluruh alat-alat, perlengkapan, ruang usaha, dan lain-lain? Jika kita memiliki orang tua, sanak saudara, teman-teman dekat, tetangga, tidak ada salahnya mengamati atau menanyakan adakah barang yang bisa dipinjam untuk kebutuhan investasi? Bicarakan dengan baik-baik, utarakan bahwa kita memerlukan barang tersebut tapi kekurangan modal. Terakhir, tentunya minta tolong kepada mereka agar kita dapat memanfaatkan barang yang kita perlukan itu. Bila pendekatan kita baik, kita mungkin bisa dipinjami barang tersebut, dengan catatan mereka tidak terlalu memerlukan barang tersebut. Jika tidak boleh meminjam, mungkin kita dapat menawar untuk kemungkinan membeli dengan harga murah, atau cara pembayarannya dapat dicicil bila usaha kita telah berjalan. Demikian juga dengan ruang usaha, cobalah untuk menawar tidak membayar sewa sekaligus, tapi tawarkan untuk membayar secara bulanan atau tiga bulanan. Prinsipnya, jangan kita mengeluarkan uang sekaligus di awal.
2. Untuk modal kerja, kita dapat memanfaatkan keleluasaan yang biasa diberikan oleh penjual saat kita membeli bahan baku dan bahan penunjang. Binalah hubungan yang baik dengan mereka, sebelum memulai usaha maupun selama kita menjalankan usaha. Bila mereka percaya, maka kita bisa diberi keleluasaan dalam cara pembayaran. Ada yang memberikan tempo, pagi mengambil kemudian sore dibayar, atau pembayaran kredit selama 1 minggu, 1 bulan, bahkan 3 bulan. Semua itu akan memperingan modal kerja yang kita perlukan. Namun kita tetap harus waspada, apakah mereka memberikan harga yang wajar? Penjual umumnya memberikan potongan harga jika kita membeli secara tunai dan atau membeli dalam jumlah yang banyak.
3. Bila Anda memiliki pegawai, tawarkan kepada mereka dengan sistem bagi hasil. Bila modal kecil dan usaha masih belum berjalan dengan lancar, gaji karyawan dengan sistem gaji tetap akan memberatkan kita dalam membayar mereka. Bila mereka tidak mau dengan sistem bagi hasil, tawarkan dengan pola kombinasi. Caranya, sebagian dengan gaji tetap minimal plus tambahan bonus jika tercapai target penjualan.
4. Bila ketiga langkah di atas belum mencukupi seluruh modal yang diperlukan, cobalah untuk meminjam uang kepada orang tua, sanak saudara, teman dekat, dan lain-lain. Utarakan baik-baik dengan modal perencanaan dan studi kelayakan kecil-kecilan yang telah dibuat. Yakinkan mereka bahwa bila usaha berjalan dengan baik, uang akan dikembalikan dalam waktu yang cepat dan Anda akan memberikan bunga atau bagi hasil atas modal yang dipinjam.
5. Bila Anda tidak berkeberatan untuk menjalankan usaha bersama orang lain, Anda dapat mencoba mengatasi kekurangan modal dengan mengajak orang lain sebagai pemodal atau mitra kerja sama. Yakinkan mereka (pemilik modal) dengan rencana usaha dan studi kelayakan usaha yang telah dibuat. Berikan mereka gambaran yang jelas mengenai potensi keuntungan dan potensi kerugian dalam menjalankan usaha tersebut. Mengapa? Karena bila kita jujur, mereka akan menghargai kejujuran kita dan kemungkinan berhasilnya akan lebih tinggi. Hal ini juga baik untuk dilakukan bila di kemudian hari ternyata usaha kita mengalami kegagalan, sehingga mitra kerja sudah mendapatkan informasi dan sudah melakukan langkah persiapan mental maupun antisipasi kegagalan.
6. Bila langkah-langkah di atas belum berhasil atau belum mencukupi, cobalah untuk menginventarisasi kembali harta yang dimiliki. Mungkin Anda memiliki emas, surat tanah, motor, mobil, barang elektronik, dan barang berharga lainnya. Cobalah datang ke Perum Pegadaian. Gadaikan barang yang kita miliki tersebut. Pegadaian dapat melayani kebutuhan permodalan kita dengan sangat cepat, hanya dalam waktu 15 menit dengan bunga yang cukup bersaing! Perhatikan jangka waktu kredit dan masa tebusnya. Jangan sampai melewati waktu tersebut, karena barang kita dapat dilelang oleh pegadaian dan kita akan mengalami kerugian.
7. Koperasi simpan pinjam juga dapat menjadi alternatif yang baik untuk memperoleh modal. Caranya adalah mendaftar sebagai anggota koperasi simpan pinjam. Setelah menjadi calon anggota, kita dapat meminjam di koperasi tersebut dengan persyaratan yang ringan. Ada yang mensyaratkan jaminan tambahan dan ada yang tidak.
8. Kredit tanpa agunan yang ditawarkan banyak bank dapat dimanfaatkan untuk memperoleh modal. Namun bank-bank tersebut umumnya membidik karyawan yang memiliki pendapatan tetap atau gaji bulanan. Bila Anda atau pasangan hidup seorang karyawan, tidak ada salahnya untuk mencoba mengambil kredit tanpa agunan sesuai dengan jumlah dibutuhkan untuk dapat memulai atau memperbesar usaha.
9. Bila usaha Anda sudah berjalan dengan baik, Anda dapat mendatangi beberapa bank seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Danamon, BPR-BPR, dan bank-bank yang melayani kredit usaha mikro dan kecil. Bank-bank tersebut akan melayani jika kita telah memiliki usaha yang telah berjalan dengan baik. Mereka memiliki kredit usaha mikro dan kecil dengan dan tanpa agunan. Bila kredit di bawah 5 juta umumnya tanpa agunan tambahan.
10. Bila usaha sudah berjalan dengan baik, untuk semakin memperkuat permodalan untuk mengembangkan usaha, Anda dapat menghubungi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertamina, BRI, Bank Mandiri, Jasa Marga, Telkom, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Bank Jabar. Mereka memiliki program kemitraan dan bina lingkungan. Mereka diwajibkan pemerintah untuk membina dan membantu usaha mikro, kecil, dan menengah, baik aspek permodalan, pelatihan, sarana produksi maupun aspek teknis lainnya. Cobalah untuk menghubungi bagian PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) dari perusahaan BUMN maupun BUMD. Tanyakan syarat dan cara untuk memperoleh bantuan dan pembinaan dari BUMN dan BUMD.
11. Bila ide bisnis Anda inovatif, memiliki kandungan teknologi atau cara yang orisinal dan memiliki potensi keuntungan besar, Anda dapat menghubungi perusahaan modal ventura. Salah satu modal ventura yang di Bandung adalah PT Sarana Jabar Ventura yang beralamat di Jalan Laswi.
Bila langkah-langkah di atas tidak menyelesaikan masalah permodalan, ada kemungkinan ide bisnis kita sebenarnya di luar kemampuan kita. Ada baiknya Anda mencoba untuk mencari bisnis yang sesuai dengan sumber daya yang kita miliki dan dapat kita manfaatkan. Cari alternatif bisnis lain dan jangan berputus asa karena sebenarnya kita memiliki satu hal yang penting dalam berusaha, yakni keberanian untuk mengawali usaha. Tidak ada kamus "mutung" bagi yang berjiwa wiraswasta sejati.***
sumber : pikiran rakyat bandung, agus rasidi, Wed, 29 Mar 2006 jamaah [Ar-Royyan-3886]
Label: Tip Pengelolaan Keuangan